Permasalahan Transportasi di Jalan Semolowaru Tengah Surabaya

Transportasi diartikan sebagai usaha memindahkan, mengangkut, atau mengalihkan suatu objek dari suatu tempat ke tempat lain, dimana di tempat lain objek tersebut lebih bermanfaat atau dapat berguna untuk tujuan-tujuan tertentu. Dari pengertian tersebut dapat dimengerti bahwa transportasi merupakan sebuah proses yakni proses pindah, proses gerak, dan mengalihkan dimana proses ini tidak bisa dilepaskan dari sarana dan prasarana untuk menjamin lancarnya proses perpindahan sesuai dengan waktu yang diinginkan.

Sebagai salah satu infrastruktur dasar di suatu wilayah, sarana dan prasarana transportasi diharapkan menjadi pemicu akan adanya perkembangan suatu wilayah. Tetapi ada kalanya perkembangan suatu kota menjadi lebih cepat dibandingkan dengan fasilitas transportasi. Kenyataan itulah yang menyebabkan timbulnya permasalahan transportasi.

Inti persoalan lalu lintas menurut Buchanan adalah warisan sistem jalan, aksesibilitas, lingkungan, mobilitas, lalu lintas pejalan dan benturan kepentingan. Sedangkan permasalahan umum dalam transportasi adalah demand yang lebih besar daripada supply (demand>supply), lingkungan, pendanaan, pengawasan dan ketegasan hukum.

Permasalahan transportasi tersebut sering kali diakibatkan oleh perencanaan transportasi itu sendiri. Hal tersebut dapat terjadi karena adanya kesalahan dalam perkiraan perkembangan wilayah kota sehingga terjadi kesalahan dalam perencanaan prasarana dan sarana transportasi.

Sebagai salah satu dari kota-kota besar di Indonesia, kota Surabaya berkembang dengan cukup pesat dari tahun ke tahun. Perkembangan tersebut terlihat dengan makin banyaknya lahan terbangun di surabaya yang mengakibatkan kebutuhan akan transportasi semakin meningkat. Namun kekurangan pemerintah akan penyediaan prasarana serta sarana transportasi menyebabkan timbulnya permasalahan yang menyebabkan munculnya kemacetan di banyak titik di kota Surabaya.

Salah satu contoh fenomena dari permasalahan transportasi di Kota Surabaya adalah kemacetan yang hampir setiap hari terjadi di Jalan Semolowaru Tengah. Fenomena kemacetan di jalan Semolowaru tengah diakibatkan oleh volume kendaraan yang lebih besar dibanding kapasitas jalan. Selain diakibatkan oleh volume yang tidak sebanding dengan kapasitas jalan, penggunaan lahan, jenis kendaraan dan persimpangan juga mempengaruhi kinerja dari jalan tersebut.

Sebagai jalan penghubung antara kecamatan Rungkut dengan kecamatan Sukolilo, jalan Semolowaru Tengah menempati kelas jalan sebagai jalan kolektor sekunder dengan lebar jalan sebesar 5m dan terdiri dari 2 jalur dengan 1 lajur pada masing-masing jalurnya. Berdasarkan fungsinya sebagai jalan kolektor sekunder, jalan Semolowaru tengah dirasa kurang tepat difungsikan sebagai jalan kolektor sekunder. Hal tersebut terlihat dari lebar jalan yang tidak sesuai dengan standart yang ada. Berdasarkan standart yang berlaku, jalan kolektor sekunder didesain berdasarkan kecepatan paling rendah 20 Km/jam dan dengan lebar badan jalan tidak kurang dari 7 meter. Tetapi pada kenyataannya, jalan semolowaru tengah hanya memiliki lebar jalan 5m yang menyebabkan kapasitas jalan sangat minim dan menyebabkan penumpukan kendaraan pada jam-jam sibuk.

Keadaan jalan yang tidak sesuai dengan kriteria juga diperparah dengan kenyataan bahwa jalan Semolowaru tengah merupakan satu-satunya jalan pintas penghubung antara kecamatan Rungkut dengan Sukolilo. Hal tersebut mengakibatkan jenis pergerakan kendaraan sebagian besar adalah pergerakan eksternal-eksternal dan menyebabkan jumlah kendaraan yang melintasi jalan ini cukup tinggi dan semakin memperbesar gap antara volume lalu lintas dengan kapasitas jalan.

Penggunaan lahan atau landuse juga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja suatu jalan. Tata guna lahan menimbulkan pola bangkitan dan tarikan, pola desired lines dan lalu lintas itu sendiri. Pada jalan Semolowaru tengah penggunaan lahan juga menjadi salah satu faktor yang berpengaruh pada kinerja jalan tersebut. Sebagian besar penggunaan lahan di jalan semolowaru tengah adalah perdagangan dan jasa seperti toko dan pasar serta permukiman. Adanya penggunaan lahan tersebut mengakibatkan adanya zona bangkitan dari permukiman dan tarikan dari zona perdagangan yaitu pasar pada pagi hari. Sedangkan pada sore hari, terjadi zona tarikan pada kawasan permukiman. Hal tersebut mengakibatkan jalan ini tidak pernah sepi dari aktivitas lalu lintas terutama pada jam-jam sibuk yaitu jam berangkat kerja atau sekolah (06.00-09.00) dan jam pulang kerja (17.00-18.00).

Selain keadaan jalan dan penggunaan lahan, kelas kendaraan yang melewati suatu jalan juga ikut mempengaruhi kinerja jalan tersebut. Setiap harinya jalan Semolowaru tengah selalu penuh dengan kendaraan bermotor baik kendaraan kelas ringan, berat, sepeda motor dan kendaraan tidak bermotor. Kendaraan kelas berat yang melewati jalan ini menyebabkan keadaan arus lalu lintas menjadi melambat dan menyebabkan tingkat pelayanan juga semakin menurun. Selain itu jenis kendaraan tidak bermotor seperti sepeda dan becak menjadi hambatan samping yang cukup mempengaruhi kinerja jalan tersebut.

Pada jalan semolowaru tengah terdapat beberapa simpul persimpangan yang menyebabkan tundaan dalam perjalanan. Persimpangan yang mengakibatkan simpul cukup berarti adalah perempatan antara jalan Semolowaru tengah, Semolowaru utara, Sukosemolo dan jalan raya Semolowaru. Perempatan yang tidak memiliki traffic light dan cukup ramai pada pagi dan sore hari tersebut menimbulkan kemacetan yang berimbas sampai dengan jalan semolowaru tengah. Meskipun ada petugas yang membantu melancarkan lalu lintas, tetapi keberadaannya tidak cukup berarti.

Fenomena kemacetan di jalan semolowaru tengah berakar dari permasalahan umum transportasi yaitu demand yang lebih besar dibandingkan supply (demand>supply) dan lingkungan. Kedua permasalahan umum tersebut seringkali menjadi penyebab utama dari fenomena kemacetan di kota-kota besar. Hal tersebut diakibatkan oleh perkembangan wilayah yang lebih cepat dibandingkan dengan perkembangan transportasi dan kurang matangnya perencanaan transportasi itu sendiri. Kemacetan tersebut dalam jangka pendek maupun jangka panjang dapat mengakibatkan kerugian bagi wilayah itu sendiri karena arus barang maupun manusia mengalami hambatan yaitu tundaan waktu perjalanan.

Mengingat fungsi jalan Semolowaru tengah yang cukup penting sebagai jalan penghubung antara kecamatan rungkut dengan kecamatan sukolilo, maka sudah seharusnya dipikirkan solusi untuk mengatasi permasalahan lalu lintas tersebut. Meskipun saat ini telah dibangun jalan lingkar timur yang nantinya akan berpengaruh terhadap volume kendaraan yang melintas di jalan Semolowaru tengah, namun jalan tersebut baru akan efektif sekitar 1-2 tahun yang akan datang. Sementara pembangunan jalan lingkar timur sedang dilaksanakan, perlu dipikirkan suatu solusi untuk mengatasi kemacetan yang sampai saat ini selalu menjadi fenomena harian di jalan Semolowaru tengah. Berbagai solusi dapat dicari melalui manajemen lalu lintas dan travel demand management yang meliputi voluntary solution, market solution dan regulation solution.

Strategi dari manajemen lalu lintas terdiri dari strategi manajemen kapasitas, prioritas dan demand. Tetapi tidak keseluruhan dari strategi tersebut dapat diaplikasikan di jalan Semolowaru tengah. Berdasarkan fakta di lapangan, jalan Semolowaru tengah sudah tidak memungkinkan lagi untuk dilakukan pelebaran jalan karena bangunan di daerah tersebut sudah sangat padat dan memiliki kemunduran bangunan yang tidak lebih dari 1,5 m. Solusi yang dapat diaplikasikan dari strategi manajemen lalu lintas adalah dengan melakukan pemisahan atau larangan melintas bagi kendaraan tipe berat. Meskipun solusi pemisahan tipe kendaraan hanya bersifat jangka pendek, namun diharapkan mampu mengurangi kemacetan di Jalan Semolowaru Tengah.

Strategi kedua yang dapat dijadikan solusi dalam menyelesaikan permasalahan transportasi di Jalan Semolowaru tengah adalah dengan Travel demand management. Travel demand management yang dapat diaplikasikan sebagai solusi di Jalan semolowaru Tengah adalah melalui regulation solution. Regulation solution dapat dijalankan melalui usaha perencanaan pengaturan kepadatan dan jenis tata guna lahan karena seperti yang kita ketahui bahwa kepadatan bangunan di jalan Semolowaru Tengah sangat padat dengan jenis tata guna lahan mayoritas perdagangan dan jasa. Untuk bangunan yang berfungsi sebagai toko disarankan untuk memiliki kemunduran bangunan minimal 2m. Hal tersebut dilakukan sebagai salah satu cara mengatasi parking on the road di depan toko yang dapat mempengaruhi kinerja jalan.

Kemacetan saat ini merupakan salah satu fenomena dalam transportasi yang paling banyak disoroti karena dampaknya sudah dirasakan oleh banyak masyarakat, khususnya masyarakat di kota-kota besar dengan tingkat mobilitas yang tinggi seperti Surabaya. Jika fenemona kemacetan tidak segera dicarikan solusinya, maka hal tersebut akan mempengaruhi tingkat perkembangan wilayah itu sendiri karena adanya ketidaklancaran dalam proses distribusi barang.

Tetapi tidak selamanya solusi untuk mengatasi kemacetan hanya melalui perbaikan fisik seperti pelebaran jalan dan pengaturan tata guna lahan, karena seperti yang kita ketahui jumlah lahan di kota-kota besar semakin terbatas sehingga tidak dimungkinkan lagi adanya pelebaran jalan. Oleh karena itu, solusi dalam mengatasi kemacetan juga membutuhkan kesadaran dari masyarakat untuk mulai berpindah dari kendaraan pribadi ke kendaraan umum. Dengan berkurangnya jumlah kendaraan pribadi, maka volume kendaraan juga semakin berkurang. Selain itu kepatuhan masyarakat akan rambu lalu lintas dalam berkendara juga ikut mempengaruhi kelancaran lalu lintas dan menimbulkan kenyamanan bagi sesama pemakai jalan.

REFERENSI

Nurlaela, Siti. 2009. Bahan ajar mata kuliah Transportasi II program studi perencanaan wilayah dan kota ITS, Surabaya.

Pratomoatmojo, Nursakti Adhi. 2008. Bahan ajar mata kuliah Pengantar Transportasi program studi perencanaan wilayah dan kota ITS, Surabaya.

Purwanto, Arief Bayu. 2008. Menoa Mencari Solusi Masalah Transportasi. Diunduh pada tanggal 17 Oktober 2009 dari http://bayu.freelancer.web.id/2007/05/18/mencoba-memberi-solusi-masalah-transportasi/

Sardjito. 2009. Bahan ajar mata kuliah Transportasi II program studi perencanaan wilayah dan kota ITS, Surabaya.

Jawapos. 2007. Kemacetan Kota Surabaya. Diunduh pada tanggal 17 Oktober 2009 dari http://www.jawapos.co.id/metropolis /index.php?act=detail&nid=24423

About kiptykipty

22 y/o on going. An urban and regional planning bachelor. An ordinary girl that has unordinary dream.

3 responses to “Permasalahan Transportasi di Jalan Semolowaru Tengah Surabaya”

  1. uchay says :

    mbak kip, aq jadiin tugas transport qu yah??
    heehee

  2. sinta says :

    wah bisa dijadikan referensi tugas nih,, makasih ya udah nulis mengenai permasalahan transport🙂

    vivat!!

  3. siska says :

    mb kyp, tk bwt refrensi tugas PKn aq ya…
    mkasie

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: